10 Agustus 2021
Redaksi
195

BBWS Brantas Tingkatkan Kinerja Jaringan Irigasi Tersier Melalui Program P3-TGAI

Surabaya, Pusakanews, Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi yang disingkat P3-TGAI adalah program perbaikan, rehabilitasi, atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Dalam rangka mendukung kedaulatan pangan nasional sebagai perwujudan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik sebagaimana termuat dalam program nawacita.

Sesuai surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor : 397/KPTS/M/2021 Tentang Penetapan Daerah Irigasi Penerima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi Tahun Anggaran 2021,

BBWS Brantas Tahun 2021 mengalokasikan anggaran sebesar Rp 179 Miliar untuk 907 Desa / lokasi P3-TGAI yang tersebar di 22 Kab / Kota yang ada di Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan P3-TGAI ini menggunakan metode swakelola P3A dengan biaya pelaksanaan dari BBWS Brantas langsung ditransfer ke rekening P3A Masing - masing mendapat kurang lebih Rp 195 juta.K egiatan P3-TGAI juga didampingi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) P3-TGAI dari BBWS Brantas.

Sri Eko Mulyo 1 Candirenggo salah satu kelompok penerima program P3TGAI di Kab. Malang, melalui Supandri ketua P3A mengatakan, alhamdulilah mas dengan adanya program ini kita sebagai petani sangat terbantu, seperti yang sudah kita lakukan pembuatan saluran terselier dengan Pj. Saluran terbangun 252 m1 Outcome lahan sawah yg teraliri 41 Ha, ucapnya.

Sementara itu PPK P3-TGAI OP BBWS Brantas Hesti Nurina Paramita ST, MSc mengatakan, Tujuan utama kegiatan P3-TGAI adalah pemberdayaan P3A, meningkatkan kinerja jaringan irigasi tersier di wilayah desa setempat, serta salah satu bentuk padat karya tunai untuk menanggulangi dampak COVID-19, dengan memperdayakan masyarakat tani didaerah setempat.

Hesti menambahkan, sampai dengan selesainya kegiatan P3-TGAI tahap 1 upah tenaga kerja yang terserap kurang lebih 40 - 45 % dari seluruh anggaran. Penyerapan tenaga kerja yang besar ini untuk mewujudkan tujuan pemerintah dalam rangka pemberdayaan masyarakat menanggulangi dampak ekonomi akibat wabah Covid 19. Ucapnya. (Zack)

Tags