09 April 2022
Redaksi
145

Diskominfo Jatim, Hijrah ke TV Digital Hitung Mundur Analog Switch Off”

Surabaya, Pusakanews, Indonesia mulai memasuki era penyiaran TV Digital terestrial free-to-air, proses peralihan menuju TV Digital menjadi tiga tahap dengan mempertimbangkan rujukan standar yang ditetapkan International Telecommunication Union (ITU).Di antaranya sesuai kondisi geografis, luas wilayah, keterbatasan frekuensi radio dan kemampuan teknologi siaran digital.

Melalui webinar Sosialisasi TV Digital dengan Tema “Hijrah Ke TV Digital Hitungan Mundur Analog switch off” Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur Hudiyono mengungkapkan, waktu peralihan menuju TV digital. Tahap pertama pemberhentian siaran TV Analog akan dilakukan pada 30 April 2022, dilanjutkan tahap kedua pada 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga pada 2 November 2022.

Cara Beralih ke TV Digital

Peralihan dari siaran TV Analog ke siaran TV Digital tetap menggunakan antena UHF, jadi antena yang selama ini digunakan untuk menangkap sinyal TV analog tetap dapat digunakan. Selain itu beralihnya ke siaran TV digital ini Free to Air (FTA) atau masyarakat tidak perlu membayar biaya langganan seperti layaknya siaran berbayar, dengan kualitas yang lebih jernih tentunya.

Masyarakat tidak perlu mengganti perangkat TV, bila pesawat televisi analog lama di rumah Anda belum bisa langsung menangkap siaran TV digital, maka perlu alat bantu untuk menonton siaran TV Digital. Alat bantu tersebut bernama Set Top Box (STB), yaitu semacam converter yang berfungsi mengubah sinyal TV digital sehingga TV Analog bisa membacanya dan ini Gratis khusus bagai masyarakat yang kurang mampu kata Kadiskominfo Jatim, Dr. Hudiyono, M.Si, Jum'at (8/4/2022).

Mantan Kabiro Kesra Setdaprov Jatim ini menambahkan,, Pada penyiaran TV Digital, kualitas gambar dan suara jauh lebih baik dibandingkan siaran analog.

Hal ini dikarenakan pancaran sinyal digital relatif stabil dan tidak menurun. Juga siaran TV Digital hanya mengenal kondisi diterima (1) atau tidak diterima (0) sinyal. Selama sinyal bisa diterima receiver, gambar dan suara konten siaran dapat dinikmati.

Sedangkan pada siaran TV analog, kualitas sinyal cenderung menurun ketika lokasi penerimaan semakin jauh dari titik transmisi sehingga menimbulkan noise atau 'bersemut'. Selain itu juga rentannya sinyal siaran analog terhadap gangguan cuaca.ucapnya. (Zack).

Tags