Diduga Tempat Pelecehan Seksual Yang Dilakukan Pimpinan

01 Oktober 2020
Redaksi
611

Dua Karyawati KSP Jember Laporkan Pimpinan Ke Satreskrim Polres Jember

Jember,  Pusakanews – Diduga 2 ( dua)  karyawati Koperasi Simpan Pinjam ( KSP)  wilayah Jember menjadi korban pelecahan seksual yang dilakukan petinggi KSP Jawa Timur  berinisial BR (65). Bahkan, lantaran diduga tak kuat dilecehkan, satu dari dua karyawati yang diduga menjadi korban itu sampai mengundurkan diri.

Kejadian memalukan ini terjadi pada hari Rabu (26 Agustus 2020),  sekitar jam 20.00 WIB. Sebut saja perempuan itu Mawar dan Melati. Dia mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh atasannya yang memiliki jabatan sangat penting di wiliyah KSP Jawa Timur, lelaki berinisial BR yang berusia senja.

“Waktu itu saya sedang lembur kerja, pak BR datang ke kantor KSP wilayah Jember sebagai tamu dan minta tolong pijet ke salah satu rekan saya bagian kasir inisial "IN" dengan meminta membawa satu teman untuk memijat, cuma mbak IN ndak bisa karena sibuk,  besok ada pengecekan akhirnya mbak IN meminta tolong saya dan rekan saya Melati untuk menggantikan tugasnya memijat pak BR. Lalu saya dan rekan saya menuruti dan masuk kekamar tamu, dia (BR) mempersilahkan masuk dan menyuruh untuk menutup pintu kamar dia,” ungkap Mawar saat dijumpai tim di rumahnya, rabu (23/10/20).

Pada saat memijat, BR dengan posisi terlentang dan mengatakan punggungnya sakit dan capek semua. Lantas BR langsung membuka bajunya dan meminta untuk dipijet, saya disuruh disebelah kanan dan melati disebelah kiri BR ditengah-tengah, waktu dipijet BR mulai melakukan aksinya dengan modus pertama menyuruh melati untuk membuka kacamatanya serta melakukan gombalan manis, " Ucap mawar. “

Setelah dibuka kacamatanya langsung Melati ditarik paksa dan diciumi dibagian dahi dan hidung. Masih merasa belum puas beliau menarik lagi dan mencium pipi kanan dan pipi kiri, Melati mencoba menghindar tapi tetap ditarik dan dipaksa Tapi justru dia (BR) mengulanginya, dan saya hanya dipegangi bagian tangan sampai naik ke perut itu,  langsung saya tangkis tangannya,” ungkapnya.

Lanjut mawar, Belum puas menciumi melati BR kembali melakukan pelecahan dengan modus menanyakan tinggi badan dan menyuruh tidur disampingnya untuk mengetahui lebih tinggi siapa antara Melati dan BR.

"Melati menolak dan hanya berdiri sambil mengatakan ya tinggi saya pak,  tetapi BR langsung menarik dan membuat melati terjatuh pas disampingnya sambil mengatakan gini kan keliatan tinggi siapa sambil tersenyum" ungkapnya.

Setelah bagian punggung dipijat BR meminta kembali untuk memijat bagian kaki tetapi salah satu admin kantor datang kekamar dan mengetuk pintu mengatakan bahwa hp melati berbunyi ada telephone dari ayahnya.

"Usai menelfon melati kembali memijat dan BR menawarkan Melati untuk menjadi Kasir dikantornya di surabaya,  beserta ayahnya untuk menjadi driver disana, melati berfikir dan mau membicarakan ke ayahnya,  tetapi BR langsung bilang kalo kamu mau lebih baik kamu dulu aja yang ke Surabaya sambil tersenyum."ucapnya.

Lanjut mawar, Setelah sesudah memijat dan mau keluar dari kamar, BR kembali melakukan aksinya dengan memeluk dan menciumi melati mendapat perlakukan seperti itu melati merasa risih dan langsung lari kekamar mandi.

"Waktu dikamar mandi saya lihat melati nangis terus sambil termenung apa yang ditimpanya, saya menuyuruh dia untuk masuk kamar dan tidur tetapi melati tetap nangis terus seperti orang ketakutan dan tiba - tiba melati lari dan mengambil pisau untuk digoreskan ke tangannya,  untung waktu mau menggoreskan melati mungkin kecapekan menangis lalu pingsan." Imbuhnya.

Keesokan harinya saya dan melati langsung mendatangi Polres Jember untuk melaporkan atas kejadian pelecehan yang menimpahnya kemarin Malam. Ucap Mawar.

" Saya dan Melati melaporkan langsung ke Polres Jember tetapi kata penyidik berkasnya dijadikan satu,  saya hanya dijadikan saksi dan tunggu saja panggilan dari Polres untuk dimintai keterangan sebagai saksi." Ungkapnya.

Hal tersebut dibenarkan Kanit PPA, Ipda Vita Dyah. Ia menyebut, laporan diterima pusat layanan terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) pada akhir agustus 2020. Selanjutnya akan dilakukan pemanggilan terlapor untuk mendapat keterangan terduga pelaku.

"Betul, laporan tersebut sudah ditindak lanjuti dan sedang dalam proses penyelidikan oleh penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Jember," kata Ipda Vita Dyah melalui pesan whatsapp, Jumat (25/10/2020)

Sementara itu tim mencoba mengkonfirmasi BR melalui sambungan telepon hanya dijanjikan hari senin atau paling lambat selasa untuk klarifikasi tetapi ketika dijumpai dikantornya BR tidak ada dan dihubungi melalui pesan dan telepon tidak ada balesan. Bersambung (Red)

Tags