Foto : Demo Aktifis HMI

01 Juni 2022
Redaksi
123

Kader HMI Kota Surabaya Meminta Copot Kadis Pertanian Kota Surabaya

Surabaya , Pusakanews, Mobil Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya yang menerobos CFD (car free day) Minggu (22/5/22) mendapat banyak respon negatif dari kalangan masyarakat Surabaya.

Mobil dinas pelat merah bernomor L 15 NP tersebut dianggap tidak mematuhi aturan dan tidak menghormati para pengguna jalan CFD di jalan Darmo.

Hal senada diungkapkan langsung oleh aktivis HMI Surabaya, Dandi Amar, yang menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Kepala DKPP Surabaya yang menerobos massa CFD adalah bentuk arogansi dan amoral dari pejabat publik Kota Pahlawan, Rabu (1/6/22).

"Bagi kami, apa yang dilakukan oleh DKPP adalah bentuk arogansi dan tindakan amoral dari pejabat publik", Kata Amar.

Amar menambahkan meskipun pihak pemkot sudah mewakili Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian untuk meminta maaf kepada masyarakat, hal itu tidak berarti bahwa kepala dinas langsung dibebaskan begitu saja tanpa adanya sanksi dari wali kota Surabaya.

"Permintaan maaf oleh pemkot semakin pemperjelas bahwa pemkot Surabaya mencoba melindungi orang yang salah. Seharusnya diberikan sanksi tegas berupa pemecatan, bukan malah dilindungi begitu. Apalagi mobil pelat merah tersebut nyaris menabrak anak-anak yang sedang asyik bersepeda", tambahnya.

Saat ditanya perihal langkah yang akan diambil oleh teman-teman aktivis, Amar yang merupakan asli warga Surabaya mengancam akan melakukan aksi demonstrasi di depan kantor DKPP Surabaya,

"Langkah kami jelas, jika keadilan tidak bisa diberikan oleh pemkot Surabaya, maka kami sendiri yang akan mencari keadilan itu di jalanan (baca; demo)". "InsyaAllah hari Jumat lusa, kita akan mengadakan demo di kantor DKPP Surabaya, mengingat Pak Eri selaku wali kota Surabaya memilih diam dan tidak bersuara,s urat pemberitahuan juga sudah sampai ke Polsek Jambangan", ucap Amar.

Amar juga mengungkapkan bahwa dalam demonya kali ini, akan ada penyegelan kantor dan bakar ban hingga tuntutannya dikabulkan oleh pihak Pemkot Surabaya. Dimana di antara tuntutan tersebut adalah berisi tentang kecaman dan permintaan agar wali kota Surabaya mencopot Antiek Sugiharti sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya. Red.

Tags