28 September 2026
Redaksi
37

Bebaskan Surabaya Barat dari Banjir, Proyek Kali Kedurus Senilai Rp314 Miliar Resmi Dikebut

Surabaya, pusakanews.net – Langkah strategis untuk membebaskan kawasan Surabaya Barat dari ancaman genangan air mulai berjalan masif. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas resmi menggeber proyek Pengendali Banjir Kali Kedurus di Kota Surabaya.

Proyek infrastruktur skala besar senilai Rp314.723.221.000,00 ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun 2027. Proyek prestisius ini didanai melalui sokongan internasional dari Bank Dunia (World Bank) di bawah program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).

PT NINDYA KARYA (Persero) bersama Indoteknik KSO telah ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana yang bertanggung jawab penuh untuk menuntaskan megaproyek ini dengan standar mutu tinggi.

Mengapa Kali Kedurus Jadi Prioritas?

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai I BBWS Brantas, Ima Solikhati, mengungkapkan bahwa Kali Kedurus dipilih sebagai prioritas utama karena memiliki tingkat kesiapan lahan (dan aspek teknis) yang jauh lebih matang dibandingkan dengan beberapa usulan proyek pengendali banjir lainnya.

Langkah ini memastikan pengerjaan di lapangan bisa langsung dipacu tanpa kendala sosial yang berarti.Secara teknis, aliran Kali Kedurus yang akan disentuh pada tahap ini mencakup titik prioritas sepanjang 3,5 kilometer dari total panjang keseluruhan sungai.

Transformasi Total: Dari Atasi Banjir hingga Konsep Green & Aesthetic

Menariknya, proyek ini tidak hanya fokus pada fungsi teknis pengaliran air, melainkan juga mengusung konsep ramah lingkungan berbasis alam dan penataan estetika kota. Berikut adalah ruang lingkup pekerjaan utama yang sedang berjalan:

1. Normalisasi Sungai & Perkuatan Tebing: Peningkatan kapasitas tampung Kali Kedurus sepanjang 3,5 km yang diperkokoh dengan sistem proteksi dinding penahan tanah modern guna mencegah longsoran bantaran sungai.

2. Revitalisasi Saluran Gendong Kiri: Perbaikan saluran pembuang samping yang disulap menjadi area penampungan air memanjang (long storage). Bagian ini menerapkan metode inovatif Nature-Based Solution (NBS) demi menjaga kelestarian ekosistem sekitar.

3. Infrastruktur Modern: Pembangunan rumah pompa baru serta peningkatan utilitas Boezem (kolam retensi) Kedurus untuk mempercepat pengurasan debit air saat curah hujan tinggi.

4. Penataan Lanskap Publik: Pembuatan area hijau (ruang terbuka hijau) dan jalur pedestrian (jogging track) yang terintegrasi. Kawasan bantaran sungai akan dipercantik sehingga ramah bagi warga yang ingin berolahraga atau bersantai.

Dampak Positif: Dongkrak Kenyamanan dan Nilai Properti

Kehadiran proyek ini disambut meriah oleh masyarakat maupun pelaku usaha. Pengendali banjir terintegrasi ini diproyeksikan bakal menaikkan daya tarik dan nilai jual sektor properti di kawasan Surabaya Barat secara signifikan.

Keberadaan ruang publik baru, taman rindang, dan jaminan lingkungan bebas banjir otomatis meningkatkan kualitas hidup warga dan membuat koridor ekonomi Surabaya Barat semakin dilirik oleh para investor.(zack).

Tags